Tool ini cocok bagi pengguna Windows yang membutuhkan kontrol lebih terhadap Microsoft Defender, misalnya ketika menggunakan antivirus lain atau saat melakukan pekerjaan tertentu yang membutuhkan Microsoft Defender untuk sementara dinonaktifkan.
Catatan: Defender Control v2.1 merupakan versi lama. Pembaruan terakhir tercatat pada 1 Maret 2022, dan Sordum menyatakan tidak akan melanjutkan pembaruan program ini.
Informasi Defender Control v2.1
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama | Defender Control |
| Versi | 2.1 |
| Pengembang | Sordum Team |
| Tanggal Update | 1 Maret 2022 |
| Lisensi | Freeware |
| Tipe | Portable |
| File | dControl.exe |
| Arsitektur | 32-bit & 64-bit |
| Bahasa | Multibahasa, termasuk Bahasa Indonesia |
| Sistem Operasi | Windows 11, 10, 8.1, 8, 7, Vista |
Fitur Defender Control v2.1
Defender Control menyediakan beberapa fungsi utama untuk mengontrol Microsoft Defender, antara lain:
Mengaktifkan Microsoft Defender.
Menonaktifkan Microsoft Defender.
Melihat status Microsoft Defender secara langsung.
Membuka Microsoft Defender.
Membuka pengaturan Microsoft Defender.
Portable sehingga tidak membutuhkan instalasi.
Mendukung Windows 11 hingga Windows Vista.
Tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.
Memiliki metode pemblokiran yang diperbarui pada versi 2.1.
Status Microsoft Defender ditampilkan menggunakan indikator warna:
Hijau: Microsoft Defender sedang aktif.
Merah: Microsoft Defender sedang dinonaktifkan.
Oranye: Microsoft Defender tidak dapat dijalankan atau Real-Time Protection sedang tidak aktif.
Apa yang Baru di Defender Control v2.1?
Versi 2.1 membawa beberapa perubahan yang cukup penting dibandingkan versi sebelumnya:
Menambahkan metode pemblokiran yang berbeda.
Beberapa perbaikan dan peningkatan kode.
Update tersebut dirilis pada 1 Maret 2022.
Cara Menggunakan Defender Control
Download Defender Control dari sumber resmi Sordum.
Ekstrak file ZIP yang telah diunduh.
Jalankan dControl.exe.
Pada jendela aplikasi, periksa status Microsoft Defender.
Gunakan tombol yang tersedia untuk mengaktifkan atau menonaktifkan Microsoft Defender.
Defender Control juga menyediakan opsi Add it to the Exclusion List melalui menu aplikasi. Sordum menyediakan opsi tersebut karena aplikasi dapat memicu false positive pada beberapa sistem antivirus.
Perhatian Sebelum Menonaktifkan Microsoft Defender
Microsoft Defender merupakan komponen keamanan Windows yang berfungsi melindungi komputer dari malware dan ancaman lainnya. Karena itu, menonaktifkan Microsoft Defender akan mengurangi perlindungan keamanan Windows.
Sebaiknya Defender hanya dinonaktifkan jika memang diperlukan dan pastikan komputer memiliki perlindungan keamanan alternatif yang memadai.
Sordum juga menjelaskan bahwa jika Tamper Protection aktif, Defender Control dapat membutuhkan layanan TrustedInstaller untuk melewati perlindungan tersebut. Dalam kondisi tertentu, proses mengaktifkan atau menonaktifkan Defender dapat membutuhkan beberapa detik.
File Download Defender Control v2.1
Defender Control v2.1 tersedia dalam bentuk ZIP dan bersifat portable. File tersebut menggunakan password sordum untuk proses ekstraksi.
Download resmi Sordum:
https://www.sordum.org/9480/defender-control-v2-1/
Download langsung:
https://www.sordum.org/files/download/d-control/dControl.zip
Informasi Hash
File: dControl.exe
MD5:
58008524a6473bdf86c1040a9a9e39c3
SHA1:
cb704d2e8df80fd3500a5b817966dc262d80ddb8
SHA256:
1ef6c1a4dfdc39b63bfe650ca81ab89510de6c0d3d7c608ac5be80033e559326
Kesimpulan
Defender Control v2.1 merupakan tool portable yang sederhana untuk mengontrol Microsoft Defender pada berbagai versi Windows. Ukurannya kecil, tidak membutuhkan instalasi, dan menyediakan tombol khusus untuk mengaktifkan atau menonaktifkan Defender.
Namun, karena versi 2.1 sudah tidak dikembangkan lagi sejak Maret 2022, pengguna perlu mempertimbangkan kompatibilitas dan risiko keamanan sebelum menggunakannya pada sistem Windows modern.
Jika Microsoft Defender sedang dinonaktifkan, pastikan komputer tetap memiliki perlindungan keamanan yang memadai.
Disclaimer: Gunakan Defender Control dengan bijak. Menonaktifkan Microsoft Defender dapat membuat sistem lebih rentan terhadap malware, virus, spyware, dan ancaman keamanan lainnya.